Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Buku’ Category

Teman… apa yang kamu pikirkan tentang kincir angin? energi alternatif, yang bersih dan terbarukan? Negeri Belanda nan elok yang dijuluki Negeri Kincir Angin, karena sejak berabad-abad Belanda telah menggunakan kincir angin baik untuk menggiling gandum maupun untuk memompa air demi mengeringkan negerinya yang lebih rendah dari laut? jika kamu memilih negeri Belanda adalah negeri kincir angin pertama, bisa jadi kamu keliru.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Alkisah katanya negeri ini negeri berkonsep ekonomi kerakyatan, lha kalo yang punya duit aja orang “sono” kapan wong cilik kebagian??

Percayalah Nak.. lebih aman minum air kendi. Bebas pengawet, tanpa pewarna dan tanpa campur tangan Om As. Kata seorang bapak pada anaknya.

Tengok saja, dari mulai minum Aqua (74 persen sahamnya dikuasai perusahan danone asal perancis) atau minum teh sariwangi (100 persen sahamnya milik Unilever, Inggris), minum susu SGM (milik sari husada yang 82 persen sahamnya dikuasai Numico, Belanda), mandi dengan sabun lux, sikat gigi pakai pepsoden (milik Unilever), merokok Sampoerna (97 persen sahamnya milik Philips Morris, Amerika Serikat). (lebih…)

Read Full Post »

…sebuah novel yang mengungkap liku-liku pemikiran dan kondisi kejiwaan sejumlah aktivis di negeri antah berantah…

Kemi seorang santri cerdas, melanggar amanah sang kyai meninggalkan pesantren dan menjadi aktivis liberal. Angan-angan kebebasan menjerumuskannya.

Pesan kyai untuk santrinya, kemi :

–      Jadilah orang yang beradab. Mencari ilmu boleh dimana saja. Pilih-pilih teman yang baik. Jangan sekali-kali menggadaikan ilmu dan iman dengan dunia. Ilmu kita cari untuk ibadah kepada Alloh, bukan untuk mencari keuntungan dunia (Imam Al-Gazali – Bidayatul Hidayah)

Tak hentinya rahmat pun mengingatkan :

–      Ilmu ini adalah bagian dari agama,maka pertimbangkanlah secara matang, dari siapa kalian akan mempelajari agama kalian (Ibnu Sirin)

Sejak tinggal di jakarta pemikiran Kemi sudah sangat berubah, sangat jauh dari kebenaran islam yang paripurna. Dia mengikhlaskan diri menjadi seorang aktivis liberal, pluralisme. Menganggap semua agama itu sama, agama itu hasil dari budaya, semua tuhan itu sama hanya penyebutan nya saja yang berbeda.

Jelas rahmat saat berdikusi dengan kemi sahabatnya..

–      Kalau orang melihat agama-agama pada posisi seperti itu, maka sejatinya orang itu sudah tidak beragama karena ia menjadi netral agama. Ia melihat agama-agama dari luar agamanya sendiri

–      Teologi abu-abu…. yaitu teologi yang tidak hitam, tidak putih, tidak hijau atau kuning. Artinya teologi pluralisme ini bukan teologi islam, bukan kristen, bukan hindu, bukan budha, dan sebagainya. Tetapi ia merupakan teologi baru yang menempatkan dirinya diluar semua agama yang ada. Artinya teologi inipun sejatinya juga merupakan teologi sebuah agama baru yang bernama pluralisme… (mari membaca kisah selengkapnya dalam novel ini…=)


…Menggemazkan dan membuat penasaran saat membaca novel ini. Pertarungan pemikiran yang haq dan pemikiran yang batil. Semoga Alloh memberikan kemudahan kepada para penolong agama-Nya dalam menyampaikan hujjah-hujjah kebenaran..

Read Full Post »

Teruntuk yang sedang bersegera, mau, dan telah menikah..

Menyiapkan kesiapan

Siap itu bukan perkara waktu atau usia. Ia adalah keberanian untuk memulai. Kesiapan itu tumbuh sebagai buah dari upaya penyiapan diri. Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan. Kesiapan adalah kedewasaan. Kesiapan juga terkait kesediaan untuk berbeda, untuk berbagi, untuk bersama.

Kesiapan tumbuh karena pembelajaran

Seperti Aisyah ketika menikah usia dengan Rasululloh, dia siap bukan karena usianya yang terus bertambah. Ia siap karena memang menyiapkan dirinya. Ia siap, karena tidak malu membincangkan tentang pernikahan. Ia siap, karena ia tidak pernah menunggu kesiapan itu datang. Dialah yang mengupayakan kesiapan itu hadir, dengan segenap dayanya. (lebih…)

Read Full Post »