Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Oretan’ Category

…kembali

Telah seminggu aku tak menyentuhnya. Sebuah benda berlapis beludru, benda ajaib, benda bermakna pemberi cahaya pada setiap jiwa. Tanpa cahayanya aku mulai bosan dan jenuh dengan suasana, dengan rutinitas yang berulang, itu-itu saja.

Sepertinya aku terbawa suasana, terbawa arus, terwarnai, dan menjadi asin. Seperti itukah aku sekarang? Ah tidak. Secepatnya aku harus mengeluarkan diri dari suasana itu, secepatnya aku harus merekonstruksi diri, memperbaiki diri. Perbaikan yang terus-menerus harus kulakukan, bersama semangat yang aku paksa untuk tetap “On”.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Ungkapan Senja

Senja sore itu ku terima sebuah coretan hati dari sahabat yang nun jauh disana, dengan hati-hati ku memahaminya.

“Melalui hari-hari bagai bersama waktu yang merangkak. Begitu lambat dan menunggu saja, entah menunggu panggilan apa. Menunggu panggilan dijemput manusiakah? atau menunggu panggilan dijemput malaikat mautkah?”

Akupun tak bisa menerka-nerka pikirannya. Tergambar seperti bingung, seperti kehilangan arah. Inginku membersamainya kembali berbenah dan bersemangat, namun apa daya tangan tak sampai. Seperti mendapatinya dalam gerimis sendu, tertunduk lesu, ia seperti terpojok. Saat saudara kecil membentaknya, padahal dalam tatakrama yang muda harus menghormati yang tua. Saat kedua orang tuanya menginginkan ini dan itu darinya, namun ia belum mampu. (Mungkin belum saatnya, lirihku dalam hati). Kemudian ia merasa tak berguna, putus asa.

(lebih…)

Read Full Post »